Masalah..
Masalah..
Dalam hidup kita selalu dipertemukan dan diperhadapkan sama yang
namanya masalah. Terkadang, kita merasa masalah itu selalu datang disaat yang
tidak tepat dan tidak pernah ada habisnya. Yah, saya adalah satu orang yang PALING
SERING mengalami yang namanya masalah. Seperti yang lainnya, saya juga tidak
kuat menghadapi masalah saya, saya sering menangis, dan ingin lari saja dari
masalah itu.
Carl Jung salah satu tokoh yang ada didalam dunia psikologi juga
pernah mengatakan bahwa manusia adalah topeng. Itu benar. Seperti saya, benar
bahwa saya memang bisa berpura-pura bahagia, tertawa, dan tersenyum didepan
teman-teman saya saat dikampus atau dimana pun saya berada, saya akan berusaha semaksimal mungkin menutupi
kesedihan yang ada. Tapi, itu semua tidak permanen, ketika saya sudah
dirumah, dikamar tecinta, bayangan itu pasti akan muncul kembali, pasti saya tiba-tiba teringat akan
masalah saya tersebut dan mau tidak mau saya harus kembali kedunia nyata saya
bahwa saya adalah orang yang memiliki masalah.
Apapun yang dikatakan orang mengenai dirimu, lupakan saja, abaikan!! Masukkan ketelinga kanan dan keluarkan dari telinga kiri, jangan biarkan berhenti didalam telinga. Segala omongan dan ucapan yang tidak membangun, jadikan itu acuan untuk membuktikan padanya bahwa diri kita itu tidak seburuk dan sejelek yang dia katakan. Tunjukkan pada dirinya dia itu salah dan kita bahkan bisa menjadi yang lebih baik. Memang sekarang mereka memandang diri kita rendah, tapi suatu saat nanti mereka akan bangga dan salut pada kita.
Kabur?
Pernah, sering sekali. Tapi ujung-ujungnya apa? Saya tetap
terjebak dan saya pasti bertemu lagi dengan si masalah itu. Susah, sangat susah
sekali jika ingin lari, karena itu tadi, masalah itu bukan untuk
dihindari, tapi harus dihadapi. Semakin kita lari, pasti kita akan terus
dikejar. Bukan hanya itu, pikiran kita juga jadi terganggu dan kita akan sulit
konsentrasi dengan aktivitas kita yang lainnya.
Sekuat-kuatnya dan
setegar-tegarnya orang, pasti dia juga punya sisi kelemahan, dia punya batasan.
Ada dimana dia jenuh dengan semuanya, rasanya ingin berteriak dan berharap dia
bisa hilang ingatan. Masalah yang ada bisa berdampak menjadi 2 hal, ada positif
dan negatifnya. Positifnya jika kita bisa dan kita yakin, kita pasti akan
tumbuh menjadi orang yang kuat, kita jadi pribadi yang dibaharui yang lebih
baik lagi. Negatifnya, jika sudah tidak kuat dan lemah, maka bisa menjadi gila
dan buat orang jadi stres atau frustasi. Mulai timbul perasaan takut dan
tertekan, takut untuk menghadapi semuanya dan mau bunuh diri saja.
Satu hal yang saya
percaya sampai sekarang bahwa semuanya akan berakhir dengan BAHAGIA. Mungkin
bukan hari ini, bukan sekarang, tapi nanti, diwaktunya TUHAN, diwaktu yang
tepat. Walaupun saya sering menangis dan merasa tidak sanggup, tapi saya harus
menghadapi semua ini, saya percaya saya pasti bisa dan saya ingat janji itu.
Tuhan mengijinkan masalah itu datang untuk menegur kita, untuk membentuk kita
menjadi pribadinya Tuhan, lebih dekat lagi dengannya. Masalah itu sebenarnya
sesuai dengan kemampuan kita dan sebenarnya kita bisa, cuma kita terkadang
sudah merasa kita TIDAK MAMPU dan TIDAK KUAT lagi, padahal kita belum
mencobanya sama sekali, adapun mencoba, tapi itu baru setengah tidak maksimal.
Bagaimana mungkin kita bisa mengetahui diri kita itu siapa jika kita sendiri
tidak mengetahuinya dan kita tidak pernah menggali itu.
Sekarang, ketika
saya ada masalah dan saya merasa itu susah, saya pasti akan berdoa dan minta
petunjuk sama Tuhan. Seperti ada lagunya, DIA itu hanya SEJAUH DOA. Cepat atau
lambat badai itu pasti akan berlalu dan berganti dengan senyuman indah seperti
warna pelangi. Intinya semuanya itu dimulai dari kita sendiri. Kita yang dapat
mengubah dan mengatasi masalah kita, bukan orang lain. Orang lain hanya bisa
mendengarkan masalah dan memberikan sedikit pencerahan atau solusi, tapi yang
bertindak, yang melakukan semuanya itu adalah diri kita sendiri, baik dan
buruknya itu adalah pilihan, itu ada ditanganmu. 
Tidak ada komentar:
Posting Komentar