“Buanglah sampai
pada tempatnya”, ungkapan yang sering kita baca dan dengar, bukan?
Untuk
melakukannya sih sepertinya mudah. Tapi,
kenyataannya susah. Kenapa? Karena tetap saja ada yang membuang sampah di
sembarang tempat.
Saya bukan orang
yang bersih dan rapi. Tapi, saya paling tidak suka melihat orang yang membuang
sampahnya di sembarang tempat. Apalagi, jika orang tersebut dengan sengaja
membiarkan sampah makanannya tergeletak begitu saja. Apa salahnya coba membuang
sampahnya ke tempat sampah?
Jauh?
Memang gak ada
tempatnya..
Gak lihat ada
tempat sampah?
Gak biasa buang
sampah?
... ... ....
Berbagai macam
alasan diungkapkan untuk melakukan penyangkalan dan membela diri sendiri. Padahal,
yang sebenarnya itu adalah MALAS. Tidak ada niat saja untuk memang buang sampah
tersebut. Gak percaya? Coba, kita mengintrospeksi diri sendiri.
Terkadang, saya
juga demikian. Terbawa suasana nongkrong, sampai bungkusan minuman ditinggal
begitu saja. Kalau kamu gimana? Sadarkah kamu kalau juga sering melakukannya?
Seperti halnya menongkrong disuatu tempat bersama teman. Saking asyiknya mengobrol dan bernyanyi bersama, sampah pun ditinggal begitu saja saat bubar. Begitupula, saat nongkrong disalah satu tempat makanan cepat saji. Sudah tahu bahwa tempatnya selalu ramai
pengunjung, apa salahnya coba untuk merapikan piring atau menggabungkan tempat makananmu
sendiri menjadi satu? Dengan demikian, pekerjanya juga dapat langsung mengambil
baki makananmu. Dan baiknya, pengunjung selanjutnya dapat langsung makan dengan
tenang ditempat kamu. Coba, bayangkan jika kamu sebagai pengunjung selanjutnya,
saat berada dimeja makan tersebut kamu melihat tempat makanan dan minumannya
berantakan, pasti kamu langsung mengatakan bahwa orang sebelumnya jorok bukan?
Sama halnya, saat kamu nongkrong ditempat cafe atau minuman. Dimana kamu suka
dikasih tempat minumannya plastik dan dapat kamu bawa ke rumah. Tapi, kamu
memilih untuk nongkrong sejenak ditempat tersebut dan saat minuman kamu sudah
habis, kamu meninggalkannya disana dengan pemikiran toh nanti dibersihkan atau
ada yang ambil. Iya, benar sih. Tapi, kembali lagi, apa salah coba kamu turut
membawa bungkus minuman kamu yang kosong tersebut. Toh, kamu melewati tempat
sampah bukan? Bukanlah lebih cepat dan efisien tidak merepotkan orang lain.
Pernahkah kamu
respect dan peduli dengan hal-hal kecil yang ada disekitarmu?
Kalau iya, kenapa
kamu tidak respect dengan satu hal yang ini?
Atau masih berpikir bahwa karena itu bukanlah tugasmu dan masih ada pemikiran bahwa pasti ada orang
lain yang akan mengerjakannya? Mau sampai kapan? Kamu sendiri tidak malu dengan
perbuatanmu?
Kelak, kamu akan
berkeluarga. Kalau sampahmu sendiri saja tidak bisa kamu urus, bagaimana yang
lainnya? Mau berharap pembantu? Tidakkah kamu tahu bahwa kerjaannya banyak dan
ada yang jauh lebih penting untuk diurusnya selain sampahmu sendiri?
Pernahkah berada
diposisinya?
Menyapu dan
mengepel lantai rumah, menyusun dan merapikan barang-barang yang berantakan,
menyuci dan menyetrika pakaian, memasak dan mencuci piring, dan sebagainya.
Belum lagi dengan membuang dan membersihkan sampahmu. Tega? Ayolah, bantu dia
meringankan kerjaannya. Sederhana, dengan tidak membuat kerjaannya semakin
banyak. Buanglah sampahmu ditempatnya. Begitupula saat makan, taruhlah piring
dan gelas kotormu pada tempatnya. Jangan ditinggalkan begitu saja di meja
makan. Sulitkah? Atay mudah dan tidak terlalu sulit kan?
Mari, hidup
bersih!
Bukankah kamu menginginkan tempat yang bersih, sehat, dan ramah
lingkungan?
Mulailah dari hal kecil tersebut dirumah terlebih dahulu, dengan
begitu akan terbawa ke luar. Jadi, saat kamu berada diluar, kamu tidak akan
sembarangan membuang sampahmu. Apalagi sampai tega meninggalkan sampahmu sendiri
di meja atau bahkan dilantai begitu saja. Mungkin susah, bahkan sulit. Tapi, kalau
kamu mau berusaha pasti bisa. Dengan berjalannya waktu, orang lain akan belajar
lewat perilaku yang kamu lakukan.
Kalau tetap masih
ada orang yang tidak berubah padahal mereka melihat perlakumu, kutiplah sampah
mereka dan buanglah pada tempatnya. Agar mereka malu dengan perbuatan mereka
sendiri. Perubahan tidak dimulai dari orang lain loh, dimulai dari diri
sendiri. Jika kamu sudah berada dijalan benar, maka orang lain pun akan
sendirinya meniru perilakumu. Jadi, berdampak positif bagi orang lain, ya!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar