Rabu, 15 November 2017

Sudahkah Kamu Membuang Sampahmu Pada Tempatnya?

Buanglah sampai pada tempatnya”, ungkapan yang sering kita baca dan dengar, bukan?

Untuk melakukannya sih sepertinya mudah. Tapi, kenyataannya susah. Kenapa? Karena tetap saja ada yang membuang sampah di sembarang tempat.

Saya bukan orang yang bersih dan rapi. Tapi, saya paling tidak suka melihat orang yang membuang sampahnya di sembarang tempat. Apalagi, jika orang tersebut dengan sengaja membiarkan sampah makanannya tergeletak begitu saja. Apa salahnya coba membuang sampahnya ke tempat sampah?
Jauh?
Memang gak ada tempatnya..
Gak lihat ada tempat sampah?
Gak biasa buang sampah?
... ... ....
Berbagai macam alasan diungkapkan untuk melakukan penyangkalan dan membela diri sendiri. Padahal, yang sebenarnya itu adalah MALAS. Tidak ada niat saja untuk memang buang sampah tersebut. Gak percaya? Coba, kita mengintrospeksi diri sendiri.

Terkadang, saya juga demikian. Terbawa suasana nongkrong, sampai bungkusan minuman ditinggal begitu saja. Kalau kamu gimana? Sadarkah kamu kalau juga sering melakukannya?



Seperti halnya menongkrong disuatu tempat bersama teman. Saking asyiknya mengobrol dan bernyanyi bersama,  sampah pun ditinggal begitu saja saat bubar. Begitupula, saat nongkrong disalah satu tempat makanan cepat saji. Sudah tahu bahwa tempatnya selalu ramai pengunjung, apa salahnya coba untuk merapikan piring atau menggabungkan tempat makananmu sendiri menjadi satu? Dengan demikian, pekerjanya juga dapat langsung mengambil baki makananmu. Dan baiknya, pengunjung selanjutnya dapat langsung makan dengan tenang ditempat kamu. Coba, bayangkan jika kamu sebagai pengunjung selanjutnya, saat berada dimeja makan tersebut kamu melihat tempat makanan dan minumannya berantakan, pasti kamu langsung mengatakan bahwa orang sebelumnya jorok bukan? Sama halnya, saat kamu nongkrong ditempat cafe atau minuman. Dimana kamu suka dikasih tempat minumannya plastik dan dapat kamu bawa ke rumah. Tapi, kamu memilih untuk nongkrong sejenak ditempat tersebut dan saat minuman kamu sudah habis, kamu meninggalkannya disana dengan pemikiran toh nanti dibersihkan atau ada yang ambil. Iya, benar sih. Tapi, kembali lagi, apa salah coba kamu turut membawa bungkus minuman kamu yang kosong tersebut. Toh, kamu melewati tempat sampah bukan? Bukanlah lebih cepat dan efisien tidak merepotkan orang lain.


Pernahkah kamu respect dan peduli dengan hal-hal kecil yang ada disekitarmu?
Kalau iya, kenapa kamu tidak respect dengan satu hal yang ini?

Atau masih berpikir bahwa karena itu bukanlah tugasmu dan masih ada pemikiran bahwa pasti ada orang lain yang akan mengerjakannya? Mau sampai kapan? Kamu sendiri tidak malu dengan perbuatanmu?

Kelak, kamu akan berkeluarga. Kalau sampahmu sendiri saja tidak bisa kamu urus, bagaimana yang lainnya? Mau berharap pembantu? Tidakkah kamu tahu bahwa kerjaannya banyak dan ada yang jauh lebih penting untuk diurusnya selain sampahmu sendiri?

Pernahkah berada diposisinya?

Menyapu dan mengepel lantai rumah, menyusun dan merapikan barang-barang yang berantakan, menyuci dan menyetrika pakaian, memasak dan mencuci piring, dan sebagainya. Belum lagi dengan membuang dan membersihkan sampahmu. Tega? Ayolah, bantu dia meringankan kerjaannya. Sederhana, dengan tidak membuat kerjaannya semakin banyak. Buanglah sampahmu ditempatnya. Begitupula saat makan, taruhlah piring dan gelas kotormu pada tempatnya. Jangan ditinggalkan begitu saja di meja makan. Sulitkah? Atay mudah dan tidak terlalu sulit kan?

Mari, hidup bersih!

Bukankah kamu menginginkan tempat yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan? 

Mulailah dari hal kecil tersebut dirumah terlebih dahulu, dengan begitu akan terbawa ke luar. Jadi, saat kamu berada diluar, kamu tidak akan sembarangan membuang sampahmu. Apalagi sampai tega meninggalkan sampahmu sendiri di meja atau bahkan dilantai begitu saja. Mungkin susah, bahkan sulit. Tapi, kalau kamu mau berusaha pasti bisa. Dengan berjalannya waktu, orang lain akan belajar lewat perilaku yang kamu lakukan.

Kalau tetap masih ada orang yang tidak berubah padahal mereka melihat perlakumu, kutiplah sampah mereka dan buanglah pada tempatnya. Agar mereka malu dengan perbuatan mereka sendiri. Perubahan tidak dimulai dari orang lain loh, dimulai dari diri sendiri. Jika kamu sudah berada dijalan benar, maka orang lain pun akan sendirinya meniru perilakumu. Jadi, berdampak positif bagi orang lain, ya!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar